Di tengah padatnya agenda menuju MotoGP Mandalika 2025, dua pembalap Pertamina Enduro VR46, Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio, justru menarik perhatian bukan karena aksi di lintasan, melainkan karena pilihan transportasi yang sangat Jakarta: bajaj. Saat singgah di ibu kota sebelum menjalani rangkaian resmi tim, keduanya terlihat menaiki kendaraan roda tiga khas tersebut. Momen singkat ini langsung mencuri sorotan karena memperlihatkan sisi santai para rider yang biasanya identik dengan kecepatan dan tekanan kompetisi.
Momen ringan di Jakarta jelang agenda resmi VR46
Morbidelli dan Di Giannantonio datang lebih dulu ke Jakarta menjelang peluncuran livery khusus tim VR46 untuk MotoGP Indonesia 2025. Acara itu juga dihadiri Valentino Rossi, sosok penting di balik tim sekaligus legenda MotoGP yang kembali menyapa publik Indonesia setelah pensiun pada 2021. Kehadiran mereka di Jakarta menjadi bagian dari rangkaian persiapan sebelum fokus penuh beralih ke Mandalika.
Di sela kegiatan, keduanya sempat menikmati pengalaman yang sangat lokal. Dari Grha Pertamina menuju Oil Center, Morbidelli dan Di Giannantonio memilih naik bajaj sambil berinteraksi akrab dengan pengemudinya. Mereka tak hanya menumpang, tetapi juga sempat berswafoto, membuat suasana perjalanan terasa lebih hangat dan tidak kaku. Bagi penggemar, pemandangan dua pembalap MotoGP di atas bajaj jelas menjadi momen yang tidak biasa.
Warna berbeda dalam persiapan menuju Mandalika
Keputusan naik bajaj memberi cerita tersendiri di tengah padatnya persiapan VR46. Momen sederhana itu menunjukkan bahwa para pembalap asing ini ikut merasakan denyut kehidupan Jakarta, bukan hanya datang untuk urusan balapan dan acara formal. Di tengah jadwal yang serba cepat, pengalaman seperti ini justru membuat perjalanan mereka ke Indonesia terasa lebih dekat dengan budaya setempat.
Langkah kecil tersebut juga mempertegas hubungan tim VR46 dengan Indonesia. Kedekatan itu tidak hanya terlihat lewat peluncuran livery khusus atau kehadiran Valentino Rossi, tetapi juga dari cara para pembalapnya menyapa suasana lokal secara langsung. Bagi publik, cerita naik bajaj ini menjadi pembuka yang menarik sebelum perhatian kembali tertuju pada persaingan di MotoGP Mandalika 2025.
Source link


