Diah, dalam penyampaian pendapatnya, menyoroti meningkatnya kasus keracunan dan penyebaran produk pangan ultra-proses dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pelanggaran hak penerima manfaat program tersebut, terutama anak usia sekolah. CISDI menekankan pentingnya pemerintah untuk memastikan hak penerima manfaat program MBG mendapatkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas. Mereka menyarankan agar program MBG dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi yang efektif. Sudah terbukti bahwa klaim pemerintah tentang kemungkinan perbaikan program ini saat berjalan tidak berhasil karena kasus keracunan terus terjadi. Jika pemerintah tetap memaksakan program MBG tanpa evaluasi menyeluruh, kekhawatiran akan terus terjadi kasus keracunan dan mengancam kesehatan anak-anak. Selain itu, tindakan pemerintah untuk mengatasi hak anak yang menjadi korban keracunan masih tidak jelas. Selaras dengan penundaan program MBG, CISDI juga mendorong pemerintah untuk menyelesaikan masalah transparansi dan akuntabilitas yang menghambat keterlibatan publik dalam mengawasi pelaksanaan program ini. Dalam proses penangguhan tersebut, pemerintah diharapkan dapat membuka saluran pelaporan dan segera menanggapi keluhan publik sebagai langkah awal pemulihan hak para korban dari dampak keracunan dan konsumsi makanan tidak layak.
Penyebab Kasus Keracunan MBG Menurut CISDI: Analisis Terkini
Related articles


