Sejak ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum, Mardiono telah melakukan konsolidasi di berbagai wilayah dan cabang di seluruh Indonesia dengan cepat. Langkah ini berhasil meningkatkan kinerja partai dan memberikan capaian yang signifikan dalam Pemilu terakhir. Salah satu contohnya adalah di Aceh, di mana PPP berhasil menambah kursi di DPR Kabupaten/Kota. Secara nasional, total suara PPP mencapai lebih dari delapan juta, meskipun belum semuanya terkonversi ke kursi DPR RI karena ambang batas parlemen.
Capaian tersebut tidak terlepas dari strategi konsolidasi yang solid dan kepemimpinan akomodatif Mardiono. Hal ini membuktikan bahwa PPP masih dipercaya oleh masyarakat dan memiliki potensi besar untuk bangkit di Pemilu 2029. Menjelang Muktamar, Hilman berharap peserta lebih fokus pada visi, misi, dan program kerja calon ketua umum. Pengalaman dan rekam jejak Mardiono sebagai pemimpin akomodatif dianggap sebagai modal yang besar.
Hilman menekankan bahwa pemimpin sejati adalah yang mampu membawa manfaat bagi partai dan umat. Dia yakin bahwa keputusan terbaik akan diambil di Muktamar X untuk masa depan PPP yang lebih kuat.


