Menyoal calon ketua umum eksternal, Suyono bersama tim DPC PPP di Jawa Tengah menolak untuk berspekulasi. Mereka meyakini bahwa untuk menjaga reputasi PPP, calon ketua umum PPP harus dibuktikan ketulusannya. Menurut Suyono, seseorang harus menjalani perjalanan sebagai kader dan pengurus terlebih dahulu sebelum menjadi ketua umum. Sebuah kenaikan jabatan yang terlalu cepat tanpa melalui proses ini dapat menimbulkan ketidaksetujuan, hal ini juga berlaku di partai politik lainnya.
PPP dikenal sebagai partai perjuangan yang mengedepankan kejujuran, oleh karena itu proses membangun partai harus dilakukan dengan tulus. Pemilihan ketua umum PPP akan dilakukan dalam Muktamar X pada tanggal 27-29 September di Jakarta. Para pemilih yang berhak, atau muktamirin, adalah DPC, DPW, dan fraksi PPP di daerah masing-masing. Menurut Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP, ketua umum harus berasal dari kader internal partai, bukan dari luar atau partai lain.
Mardiono, salah satu kandidat terkuat, telah memenuhi persyaratan AD/ART dan mendapat dukungan luas dari berbagai wilayah (DPC/DPW di seluruh Indonesia). Sejumlah DPC PPP di Jawa Tengah turut mendukung Mardiono untuk posisi tersebut.


