More

    Hyundai Rilis Model EREV dengan 960 Km Jarak Tempuh 2027

    Hyundai tampaknya tak ingin tertinggal dalam pergeseran pasar otomotif global. Dalam ajang CEO Investor Day di New York, Amerika Serikat, pabrikan asal Korea Selatan itu mengumumkan rencana meluncurkan model Extended Range Electric Vehicle (EREV) pertamanya pada 2027. Pengumuman ini menjadi sorotan karena disampaikan di luar Korea Selatan untuk pertama kalinya, menandai keseriusan Hyundai memperluas strategi elektrifikasinya ke pasar yang lebih luas.

    EREV Hyundai Siap Tawarkan Jarak Tempuh 965 Km

    Model EREV yang disiapkan Hyundai diklaim mampu menempuh hingga 600 mil atau sekitar 965 km dengan kondisi baterai dan bahan bakar penuh. Di atas kertas, angka ini memberi daya tarik besar bagi konsumen yang masih ragu beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni. EREV sendiri tengah berkembang pesat di China dan diperkirakan akan menjadi tren baru di Amerika Utara dalam beberapa tahun mendatang.

    Konsepnya menawarkan sensasi berkendara seperti mobil listrik: respons torsi instan dan suara mesin yang nyaris senyap. Bedanya, mesin bensin pada mobil ini tidak digunakan untuk menggerakkan roda, melainkan bertugas sebagai generator untuk mengisi ulang baterai saat kendaraan melaju. Skema ini membuat EREV berada di tengah-tengah antara mobil listrik dan hybrid, tetapi dengan karakter yang lebih dekat ke EV.

    Genesis Juga Masuk Radar

    Meski Hyundai belum mengungkap secara rinci apakah platform EREV ini akan digunakan untuk merek Hyundai atau Genesis, perusahaan sudah memberi sinyal arah pengembangannya. Sejumlah perkiraan menyebut EREV Hyundai akan dibekali baterai berkapasitas 30–40 kWh dan mesin bensin berukuran kecil. Hyundai Motor Group yang bermarkas di Seoul juga mengabarkan bahwa Genesis akan ikut menambah EREV ke dalam jajaran produknya seiring ekspansi ke lini hybrid.

    Langkah Strategis di Tengah Pergeseran Pasar

    Hyundai Motor Group sejauh ini telah menuai sukses lewat deretan kendaraan listrik modern yang dipasarkan secara global. Jarak tempuh yang kompetitif, pengisian daya cepat, dan desain yang atraktif membuat lini tersebut mendapat sambutan positif. Namun, di tengah pasar kendaraan listrik yang mulai melambat di sejumlah negara, Hyundai kini menyiapkan langkah yang lebih fleksibel melalui hybrid dan EREV.

    Perubahan arah ini mencerminkan tren konsumen yang masih menginginkan efisiensi elektrifikasi, tetapi belum sepenuhnya siap meninggalkan mesin bensin. Dengan strategi baru tersebut, Hyundai tampak ingin menjaga momentum sekaligus membuka ruang lebih besar di pasar otomotif global yang kian kompetitif. Source link

    Berita Terbaru

    Related articles