More

    AI Penyebab Lesunya Lowongan Kerja? Pendapat Bos The Fed

    AI Disebut Jadi Salah Satu Penyebab Lesunya Lowongan Kerja, Ini Kata Bos The Fed

    Ketua Federal Reserve atau The Fed, Jerome Powell, menyinggung kemungkinan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence ikut berperan dalam menyusutnya lowongan kerja, terutama bagi para lulusan baru. Pernyataan itu muncul di tengah data ketenagakerjaan yang menunjukkan perlambatan, situasi yang ikut mendorong bank sentral Amerika Serikat tersebut mengambil langkah memangkas suku bunga federal.

    Teknologi dan Pasar Kerja yang Makin Ketat

    Powell menilai perubahan di dunia kerja tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi yang bergerak cepat. AI, menurutnya, berpotensi mengubah kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja, khususnya di posisi awal yang biasanya menjadi pintu masuk bagi pencari kerja muda. Dalam kondisi seperti ini, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi semakin ketat, sementara peluang yang tersedia tidak tumbuh secepat jumlah pencari kerja.

    Isu ini menjadi sorotan karena perlambatan lowongan kerja bukan hanya soal angka ekonomi, tetapi juga menyangkut masa depan lulusan baru yang sedang mencari pijakan pertama di pasar kerja. Di banyak sektor, adopsi teknologi membuat perusahaan lebih selektif dalam merekrut, dan hal itu ikut memengaruhi dinamika perekrutan.

    Data Ketenagakerjaan Picu Respons The Fed

    Ucapan Powell datang setelah serangkaian data pekerjaan menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Kondisi tersebut membuat The Fed menilai diperlukan penyesuaian kebijakan, termasuk keputusan untuk menurunkan suku bunga federal. Langkah ini mencerminkan upaya bank sentral menjaga stabilitas ekonomi di tengah perubahan yang terjadi pada pasar tenaga kerja.

    Meski begitu, Powell tidak menyebut AI sebagai satu-satunya faktor. Namun, pernyataannya memberi sinyal bahwa teknologi kini semakin sulit dipisahkan dari pembahasan soal lapangan kerja, terutama ketika pasar tenaga kerja mulai melambat dan lowongan terasa makin terbatas.

    Berita Terbaru

    Related articles