More

    Investor EBT Belum Lirik RI: Alasan dan Aturan yang Tidak Berbelit

    JAKARTA — Pemerintah mengakui bahwa rendahnya minat investor di sektor energi baru terbarukan, khususnya panas bumi, bukan semata-mata soal aturan yang dianggap rumit. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, persoalan yang lebih mendasar justru ada pada kesiapan infrastruktur, terutama jaringan transmisi listrik yang belum terhubung secara optimal ke lokasi-lokasi sumber energi.

    Masalah utama bukan cuma regulasi

    Menurut Bahlil, banyak calon investor melihat ada hambatan di lapangan yang jauh lebih besar daripada sekadar administrasi. Indonesia memang punya cadangan panas bumi yang besar, tetapi pemanfaatannya baru sekitar 10 persen. Salah satu penyebabnya adalah jaringan listrik nasional yang belum mampu menjangkau seluruh potensi tersebut. Akibatnya, proyek energi terbarukan kerap tersendat sejak tahap awal.

    Kondisi ini membuat pengembangan panas bumi berjalan lambat, meski peluangnya dinilai sangat besar. Bagi investor, kepastian bahwa listrik yang dihasilkan bisa disalurkan menjadi faktor penting. Tanpa jaringan transmisi yang memadai, proyek sebesar apa pun tetap sulit menarik modal dalam jumlah besar.

    Rencana 48 ribu kilometer jaringan baru

    Untuk menjawab persoalan itu, pemerintah menyiapkan pembangunan jaringan transmisi listrik baru sepanjang 48 ribu kilometer dalam RUPTL 2025-2035. Infrastruktur ini diharapkan menjadi kunci untuk membuka akses ke sumber-sumber energi panas bumi yang selama ini belum tergarap maksimal.

    Dengan jaringan yang lebih luas, listrik dari pembangkit energi terbarukan diyakini bisa lebih mudah diserap, baik oleh PLN maupun sektor industri. Pemerintah berharap langkah ini tidak hanya mempercepat proyek yang sudah direncanakan, tetapi juga memberi sinyal kuat kepada investor bahwa Indonesia mulai menyiapkan ekosistem yang lebih siap untuk energi bersih.

    Selaras dengan dorongan Presiden Prabowo

    Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi bersih. Pemerintah menempatkan transmisi sebagai bagian penting dari strategi besar itu, karena tanpa jaringan yang cukup, potensi energi terbarukan hanya akan tetap menjadi angka di atas kertas.

    Jika pembangunan jaringan berjalan sesuai rencana, pemerintah menilai kepercayaan investor akan ikut meningkat. Pada akhirnya, penguatan infrastruktur ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan investasi panas bumi dan pemanfaatan energi terbarukan Indonesia yang selama ini belum tergarap maksimal.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles