More

    Arab Ngamuk: Trump Janji Netanyahu Tak Akan Serang Lagi

    Arab Geram, Trump Tegaskan Netanyahu Tak Akan Serang Qatar Lagi

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencoba meredam gelombang kemarahan yang muncul di Timur Tengah setelah serangan Israel terhadap Hamas di Doha pekan lalu. Ia menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan kembali menyerang Qatar, pernyataan yang langsung menjadi sorotan di tengah memanasnya hubungan Washington dengan sekutu-sekutu Arabnya.

    Kemarahan Meningkat di Doha

    Serangan tersebut memicu reaksi keras dari negara-negara Teluk dan sejumlah negara Arab lainnya. Qatar, yang menjadi tuan rumah serangan itu, bukan hanya sekutu dekat Amerika Serikat, tetapi juga lokasi pangkalan militer AS. Situasi ini membuat serangan Israel dinilai jauh melampaui batas, karena menyentuh wilayah mitra strategis Washington sendiri.

    Di Doha, para pemimpin negara-negara Arab dan Islam berkumpul dalam KTT darurat untuk merespons insiden tersebut. Pertemuan itu memperlihatkan besarnya tekanan diplomatik yang kini dihadapi Israel, sekaligus rumitnya posisi Amerika Serikat yang selama ini menjaga hubungan erat dengan Tel Aviv dan negara-negara Teluk.

    Ancaman terhadap Normalisasi

    Sebuah draf resolusi yang beredar di tengah pertemuan itu menunjukkan bahwa serangan ke Qatar bisa berdampak lebih jauh dari sekadar kecaman diplomatik. Dokumen tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa upaya normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab dapat terganggu, bahkan batal, akibat tindakan militer tersebut.

    Isu ini menjadi sensitif karena normalisasi selama ini dipandang sebagai salah satu jalur utama untuk meredakan tensi kawasan. Namun, serangan di Doha justru memperlebar jurang ketidakpercayaan dan mendorong negara-negara Arab mengambil sikap yang lebih keras.

    AS Berusaha Menjaga Keseimbangan

    Di sisi lain, kunjungan Trump ke Qatar sebelumnya menegaskan pentingnya posisi negara itu bagi Washington. Tak lama setelah serangan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga datang ke Yerusalem dan bertemu Netanyahu. Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan betapa dekatnya hubungan Amerika Serikat dan Israel, meski di saat yang sama menimbulkan kegelisahan di kalangan mitra Arab AS.

    Dengan situasi yang terus memanas, pernyataan Trump bahwa Netanyahu tidak akan menyerang Qatar lagi menjadi upaya untuk menenangkan sekutu-sekutu Teluk. Namun, kerusakan diplomatik yang terlanjur muncul tampaknya tidak mudah dipulihkan dalam waktu singkat.

    Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

    Berita Terbaru

    Related articles