More

    Sakit Gigi: Pintu Masuk Penyakit Berbahaya

    Sakit Gigi: Pintu Masuk Penyakit Berbahaya

    Masalah gigi kerap dianggap sepele sampai rasa nyeri datang dan aktivitas harian ikut terganggu. Padahal, menurut Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia, drg. Usman Sumantri, kebiasaan menyikat gigi yang tampak sederhana justru menentukan besar kecilnya risiko gangguan kesehatan di kemudian hari. Bukan hanya soal seberapa sering dilakukan, tetapi juga kapan dan bagaimana cara melakukannya.

    Urutan menyikat gigi tak boleh asal

    Usman menegaskan, menyikat gigi sebaiknya dilakukan dengan urutan yang teratur agar seluruh permukaan gigi terjangkau. Tahapannya dimulai dari sisi kiri, lalu ke bagian belakang, bagian depan, tengah, sisi kanan, dan terakhir bagian atas. Setelah semua bagian tersikat, barulah dilakukan roll penyikatan gigi. Menurutnya, teknik yang benar membantu membersihkan sisa makanan dan plak secara lebih merata dibanding sekadar menggosok gigi secara cepat.

    Waktu terbaik: pagi sebelum beraktivitas dan malam sebelum tidur

    Selain teknik, waktu menyikat gigi juga menjadi perhatian. Usman menyarankan agar kebiasaan ini dilakukan sebelum berangkat sekolah atau bekerja, serta sebelum tidur di malam hari. Dua waktu tersebut dinilai penting karena membantu menjaga kebersihan mulut sejak awal hari dan mencegah penumpukan kotoran saat malam. Data menunjukkan, hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang menyikat gigi dengan benar pada waktu yang tepat.

    Anak sekolah paling rentan

    Kebiasaan yang keliru bisa berdampak panjang, terutama pada anak usia sekolah yang rentan mengalami gigi berlubang. Jika dibiarkan, sakit gigi bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi masalah kesehatan yang lebih serius. Karena itu, menurut Usman, menjaga kesehatan gigi bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan bagian dari upaya melindungi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Dengan disiplin menyikat gigi pada waktu yang tepat dan memakai teknik yang benar, risiko gangguan gigi bisa ditekan sejak awal. Hal sederhana ini sering diabaikan, padahal justru menjadi dasar penting untuk mencegah masalah yang lebih besar di kemudian hari.

    Berita Terbaru

    Related articles