More

    Solusi Psikolog UI: Istirahat Sejenak dari Kebanjiran Informasi

    Solusi Psikolog UI: Istirahat Sejenak dari Kebanjiran Informasi

    Di tengah arus kabar yang datang tanpa henti, jeda sejenak justru bisa menjadi langkah paling sehat. Bukan untuk lari dari kenyataan, melainkan untuk memberi ruang bagi pikiran agar tidak terus dipaksa menyerap hal-hal yang melelahkan. Psikolog Romi menekankan, berhenti sementara dari paparan informasi yang terlalu padat adalah cara penting untuk menjaga kesehatan mental, terutama saat berita yang beredar cenderung menekan emosi.

    Jeda Bukan Berarti Tidak Peduli

    Romi menegaskan, mengambil waktu untuk tidak terus-menerus mengikuti informasi yang tidak menyenangkan tidak sama dengan bersikap acuh. Justru, langkah ini membantu seseorang tetap waras dalam menyikapi isu yang berkembang. Saat paparan terlalu banyak, otak cenderung bekerja dalam mode siaga terus-menerus, sehingga ruang untuk berpikir jernih menjadi semakin sempit.

    Dengan memberi jeda, seseorang punya kesempatan untuk menenangkan diri, menata ulang emosi, lalu kembali membaca situasi dengan lebih kritis. Cara ini membuat informasi tidak langsung menumpuk menjadi beban, melainkan bisa diproses secara lebih sehat dan terukur.

    Menjaga Pikiran Tetap Jernih

    Keseimbangan antara mengikuti perkembangan terbaru dan memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat menjadi kunci utama. Tanpa batas yang jelas, seseorang bisa terjebak dalam kebiasaan memantau kabar terus-menerus hingga sulit fokus pada hal lain. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menguras energi mental dan membuat seseorang lebih mudah cemas.

    Karena itu, jeda singkat dari banjir informasi bukanlah bentuk pengabaian, melainkan strategi untuk menjaga kualitas perhatian. Saat pikiran lebih segar, keputusan yang diambil pun cenderung lebih tepat. Di saat yang sama, empati terhadap orang lain tetap bisa terjaga tanpa harus ikut tenggelam dalam tekanan informasi yang berlebihan.

    Ruang untuk Merenung dan Memilah

    Romi juga menekankan pentingnya memberi waktu pada diri sendiri untuk merenung. Dalam kondisi informasi datang bertubi-tubi, seseorang sering kali langsung bereaksi tanpa sempat memilah mana yang benar-benar penting. Padahal, kemampuan untuk berhenti sejenak justru membantu proses berpikir menjadi lebih rasional dan tidak reaktif.

    Dengan kebiasaan ini, seseorang tetap bisa peduli pada isu-isu yang berkembang, namun tidak kehilangan kendali atas kesehatan mentalnya sendiri. Pada akhirnya, kemampuan untuk menahan diri dari konsumsi informasi berlebihan menjadi bagian dari cara merawat pikiran agar tetap tenang, tajam, dan seimbang.

    Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

    Berita Terbaru

    Related articles