More

    Solusi Petani Gula Saat Harga Anjlok Setiap Tahun

    Solusi Petani Gula Saat Harga Anjlok Setiap Tahun

    Di tengah tekanan yang terus berulang, petani tebu kembali menyuarakan kebutuhan mendesak agar pemerintah tidak hanya hadir saat panen, tetapi juga sejak proses produksi dimulai. Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Nur Khabsyin, meminta pemerintah Presiden Prabowo memberi dukungan nyata untuk mendorong produktivitas sekaligus memperkuat industri tebu dan gula nasional. Menurutnya, persoalan petani bukan sekadar soal hasil panen, melainkan rangkaian hambatan yang membuat usaha mereka makin berat dari tahun ke tahun.

    Masalah yang Berulang di Tingkat Petani

    Nur menyoroti sejumlah kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi, mulai dari perbaikan sarana irigasi hingga penyaluran pupuk yang tepat waktu. Dua hal itu dinilai sangat menentukan hasil tebu di lapangan. Ketika irigasi bermasalah dan pupuk datang terlambat, produktivitas petani ikut turun, sementara biaya tetap harus ditanggung. Di saat yang sama, harga jual gula kerap melemah dan serapan pasar terganggu.

    Situasi tersebut, kata dia, semakin rumit karena masuknya gula rafinasi impor yang menekan ruang pasar bagi gula produksi dalam negeri. Akibatnya, petani tidak hanya menghadapi biaya produksi yang tinggi, tetapi juga ketidakpastian saat hasil panen siap dijual. Kondisi ini membuat banyak petani tebu berada dalam posisi sulit setiap musim.

    Desakan untuk Dukungan yang Lebih Terarah

    APTRI menilai pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih terukur untuk menjaga keberlanjutan industri tebu nasional. Dukungan yang diminta bukan semata bantuan sesaat, melainkan kebijakan yang mampu memperbaiki rantai produksi dari hulu ke hilir. Dengan begitu, petani bisa memperoleh kepastian usaha dan industri gula dalam negeri tidak terus tertekan oleh persoalan yang sama.

    Untuk memahami lebih jauh tantangan yang dihadapi petani tebu di Indonesia, publik dapat mengikuti diskusi antara Shinta Zahara dengan Sekretaris Jenderal APTRI, Nur Khabsyin, dan Ketua Umum APSENDO, Izmirta Rachman, dalam acara Squawk Box di CNBC Indonesia pada 28 Agustus 2025.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles