PO Sumber Alam masih memberi waktu lebih panjang untuk menguji bus listrik Kalista sebelum benar-benar memutuskan pemakaian penuh. Uji coba yang sudah berjalan sejak Mei 2025 itu dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2025, dengan fokus utama pada rute Pondok Ungu, Bekasi menuju Yogyakarta via jalur Selatan. Selama periode ini, perusahaan ingin memastikan kendaraan tersebut bukan hanya berjalan tanpa kendala, tetapi juga benar-benar layak secara operasional.
Uji Jalan dari Bekasi ke Yogyakarta
Manager PO Sumber Alam, Boy Setyadi Nugroho, mengatakan perpanjangan masa uji coba diperlukan agar perusahaan bisa mengumpulkan data yang lebih lengkap sebelum bus listrik digunakan secara penuh. Menurutnya, sejauh ini bus listrik tersebut belum menunjukkan masalah berarti selama pengoperasian. Namun, keputusan akhir tetap membutuhkan pembacaan yang hati-hati terhadap performa di lapangan.
Dalam salah satu perjalanan, bus listrik Kalista berangkat dari Jakarta menuju Cikamurang dengan indikator baterai masih berada di 95 persen. Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga Yogyakarta dengan beberapa kali pengisian daya di sepanjang rute. Pola ini menjadi bagian penting dari evaluasi, terutama untuk melihat sejauh mana bus mampu menempuh jarak jauh dalam kondisi operasional nyata.
Harga Rp3,5 Miliar dan Hitung-hitungan Biaya
Boy juga mengungkapkan bahwa bus listrik tersebut dibanderol Rp3,5 miliar oleh Kalista Group. Angka itu menjadi salah satu bahan pertimbangan utama bagi perusahaan otobus, terutama jika dibandingkan dengan biaya operasional jangka panjang. Karena itu, penilaian tidak cukup hanya melihat harga beli, tetapi juga keseluruhan pengeluaran selama bus digunakan.
Rono Purnomo Yunarto dari Kalista Group menegaskan bahwa penggunaan bus listrik harus dilihat dari sisi total biaya operasional, termasuk biaya bensin, energi, listrik, dan perawatan. Ia menilai pendekatan semacam ini lebih adil untuk mengukur efisiensi bus listrik, terutama dalam perjalanan jarak jauh seperti Bekasi-Yogyakarta.
Biaya Isi Daya Masih Jadi Sorotan
Selama uji coba, pengisian daya bus listrik ini menggunakan tarif non komersial dengan total mencapai Rp889 ribu untuk perjalanan dari Bekasi ke Yogyakarta. Biaya tersebut ikut masuk dalam evaluasi karena menjadi salah satu indikator penting dalam menimbang apakah bus listrik benar-benar efisien untuk operasional reguler.
Dengan masa uji coba yang masih berjalan hingga Oktober 2025, PO Sumber Alam dan Kalista sama-sama memiliki ruang untuk membaca data lebih dalam. Dari sisi teknis, bus listrik ini sudah menunjukkan performa yang stabil. Namun dari sisi bisnis, keputusan untuk menjadikannya armada tetap tetap bergantung pada perhitungan biaya dan kebutuhan operasional di lapangan.


