Pertamina (Persero) kembali menegaskan bahwa pembinaan UMKM bukan sekadar program pendampingan, melainkan strategi jangka panjang untuk mendorong pelaku usaha naik kelas. Melalui SMEXPO 2025, perusahaan pelat merah itu ingin memperkuat kualitas produk, memperluas akses pasar, dan membuka peluang UMKM binaan agar lebih siap bersaing di level global. Hasil awalnya sudah terlihat: pada ajang SMEXPO Merah Putih di Grha Pertamina Jakarta, transaksi temu bisnis mencapai Rp9,2 miliar, sementara penjualan langsung ke konsumen menembus lebih dari Rp200 juta.
SMEXPO Jadi Panggung Naik Kelas UMKM
SMEXPO selama ini dikenal sebagai ruang promosi produk dan karya UMKM Indonesia yang digelar Pertamina secara rutin. Namun, ajang ini tidak berhenti pada etalase pameran. Di dalamnya, pelaku usaha juga dipertemukan dengan buyer industri agar peluang kerja sama bisa terbentuk lebih konkret. Pola ini membuat UMKM tidak hanya bergantung pada penjualan ritel, tetapi juga punya jalan masuk ke pasar yang lebih besar dan terstruktur.
Momentum SMEXPO Merah Putih juga terasa sejalan dengan peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Tema merdeka ekonomi yang diusung memberi pesan bahwa kemandirian usaha kecil dan menengah ikut menjadi bagian dari cita-cita kemerdekaan yang lebih luas. Bagi Pertamina, penguatan UMKM adalah investasi sosial dan ekonomi yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha.
Dari Pelatihan Hingga Akses Pasar
Dukungan Pertamina kepada UMKM tidak berhenti pada pameran. Perusahaan ini juga menyiapkan pelatihan, permodalan, hingga fasilitasi tampil di berbagai ajang dalam dan luar negeri. Rangkaian pembinaan tersebut dirancang agar pelaku usaha tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memahami standar pasar, menjaga kualitas, dan membangun jaringan penjualan yang lebih luas.
Program seperti UMK Academy menjadi salah satu contoh pembinaan yang memberi hasil nyata. Sejumlah pelaku usaha binaan, termasuk Kainnesia dan Glory Nine Degrees, disebut mendapat manfaat dari dukungan pendanaan, pemasaran, dan ekspor. Dengan bekal itu, mereka bisa memperkuat kapasitas internal sekaligus memperluas jangkauan pasar, baik di dalam negeri maupun internasional.
Rangkaian SMEXPO 2025 Berlanjut ke Daerah
Setelah gelaran di Jakarta, Pertamina SMEXPO Regional 2025 akan digelar di sejumlah kota di Indonesia sebelum ditutup dengan SMEXPO Nasional pada November 2025. Pola penyelenggaraan berjenjang ini menunjukkan bahwa Pertamina ingin memastikan pembinaan UMKM tidak terpusat di satu wilayah saja, melainkan menjangkau lebih banyak pelaku usaha dari berbagai daerah.
Dengan capaian transaksi miliaran rupiah dan minat pasar yang terus tumbuh, SMEXPO 2025 memperlihatkan bahwa UMKM binaan Pertamina punya ruang berkembang yang makin nyata. Di tengah persaingan pasar yang ketat, akses pembinaan, pameran, dan jejaring bisnis menjadi modal penting agar produk lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing lebih jauh.
Source link


