Samsung kembali jadi sorotan setelah muncul laporan bahwa akses Unlock Bootloader pada sejumlah ponsel flagship terbarunya tampak dibatasi. Temuan ini memicu perhatian besar di kalangan pengguna yang terbiasa melakukan kustomisasi sistem, karena opsi yang selama ini dianggap standar kini disebut tidak lagi mudah dijangkau pada beberapa perangkat tertentu.
OEM Unlocking disebut terkunci di model terbaru
Berdasarkan penelusuran tim XDA Developers, opsi OEM Unlocking pada Galaxy S25 Ultra, Galaxy Z Fold7, dan Galaxy Z Flip7 dilaporkan sudah dikunci. Dalam pemeriksaan mereka, muncul jejak kode otoritatif berupa firmware—androidboot.other.locked=1, yang mengindikasikan bahwa akses pembuka bootloader dibatasi dari sisi sistem. Dengan kondisi ini, menu yang biasanya tersedia secara default disebut disembunyikan Samsung.
Dampaknya terasa di wilayah tertentu
Laporan yang beredar juga menyebut pembatasan ini tidak berlaku merata di semua pasar. Beberapa wilayah yang sebelumnya masih mendapatkan izin akses OEM Unlocking, seperti Amerika Serikat dan Afrika Timur, disebut ikut terdampak. Meski begitu, belum ada kepastian apakah kebijakan ini akan meluas ke lini smartphone Samsung berikutnya atau tetap terbatas pada perangkat tertentu.
Alasan keamanan di balik kebijakan ini
Langkah pembatasan tersebut diyakini berkaitan dengan upaya Samsung memperkuat sistem keamanan dan menekan risiko kebocoran data akibat modifikasi ROM tidak resmi. Di sisi lain, kebijakan ini jelas membuat sebagian komunitas pengguna yang gemar mengoprek perangkat merasa terganggu karena ruang inovasi mereka semakin sempit.
Di tengah polemik itu, Samsung tetap disebut menyiapkan rilis stabil One UI 8 pada pertengahan hingga akhir September 2025. Kondisi ini membuat sebagian pengguna masih berharap opsi OEM Unlocking bisa kembali tersedia di versi stabil tersebut, meski hingga kini belum ada kepastian resmi soal perubahan kebijakan itu.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


