Tommy Hudianto Sarongku, dokter spesialis yang sudah lebih dari 10 tahun rutin menekuni gym, menolak keras anggapan seorang influencer yang menyebut aktivitas nge-gym sebagai hal bodoh. Menurutnya, klaim bahwa orang pintar tidak menyukai olahraga gym bukan hanya keliru, tetapi juga berpotensi membangun persepsi negatif terhadap kebiasaan hidup sehat. Ia menilai, latihan beban dan aktivitas kebugaran justru punya peran penting bagi tubuh dan pikiran.
Gym Bukan Sekadar Soal Bentuk Tubuh
Dalam pandangannya, gym tidak bisa direduksi hanya sebagai urusan penampilan. Tom mengatakan, olahraga teratur memberi dampak langsung pada kesehatan fisik sekaligus mental. Dari pengalamannya sendiri, tubuh terasa lebih ringan, tidur menjadi lebih nyenyak, dan kondisi otak juga ikut terasa lebih sehat. Ia menegaskan bahwa manfaat itu ia rasakan bukan sesaat, melainkan dari kebiasaan yang dijalani konsisten.
Dampak ke Fokus dan Energi Harian
Tom juga menyebut rutinitas olahraga membuat cara berpikirnya lebih tajam. Ia merasa lebih bersemangat menjalani aktivitas harian, lebih mudah mendapat inspirasi, dan kemampuan fokusnya ikut meningkat. Karena itu, ia menilai pandangan yang merendahkan gym justru bertentangan dengan fakta bahwa olahraga dapat membantu menjaga kualitas hidup secara menyeluruh.
Gelombang Baru Kebiasaan Berolahraga
Di sisi lain, penutupan pusat kebugaran selama pembatasan sosial sempat mendorong banyak orang di Amerika Serikat memborong peralatan gym untuk berolahraga di rumah. Perubahan kebiasaan itu disebut ikut menggeser industri kebugaran secara signifikan, sekaligus menunjukkan bahwa minat terhadap olahraga tetap tinggi meski akses ke pusat kebugaran sempat terbatas.


