Golkar membuka pintu lebih lebar bagi aktivis muda di Pulau Jawa. Dalam roadshow yang digelar di tiga provinsi, Partai Golkar menegaskan bahwa kaderisasi tidak lagi hanya soal struktur partai, tetapi juga ruang pertemuan bagi mahasiswa, aktivis, dan berbagai elemen sipil yang ingin terlibat dalam politik secara terbuka.
Golkar Jateng dan DIY tekankan kaderisasi serta politik terbuka
Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, para pimpinan DPD I Golkar menyampaikan bahwa partai memberi peluang bagi aktivis lintas latar belakang untuk bergabung. Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Sholeh, menyoroti pentingnya kaderisasi sebagai bekal menghadapi dinamika politik di wilayahnya.
Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar DIY, Singgih Januratmoko, menekankan pentingnya budaya politik yang jujur dan terbuka. Ia juga berbicara soal kepercayaan serta komitmen dalam menjalankan hasil pemilihan, sekaligus mendorong mahasiswa untuk melihat politik sebagai ruang kerja bersama, bukan arena permusuhan.
Aktivis dinilai punya peran dorong kebijakan publik
Di Jawa Timur, Ketua Pratama Partai Golkar Jatim menilai aktivis memiliki modal penting untuk ikut mendorong kebijakan publik. Menurutnya, partai politik tidak semestinya dipahami sebagai ruang yang eksklusif, melainkan tempat bertemunya berbagai kekuatan sipil yang punya kepedulian terhadap arah pembangunan.
Pandangan itu menegaskan bahwa Golkar ingin merangkul energi baru dari kalangan muda dan gerakan aktivis, tanpa membatasi asal-usul organisasi maupun latar belakang perjuangan mereka.
Roadshow di Pasuruan ditutup ajakan memperkuat partai
Rangkaian roadshow di Kota Pasuruan ditutup dengan sambutan Wali Kota Pasuruan yang juga Ketua Harian DPD Golkar Jatim, Adi Wibowo. Ia mengajak aktivis muda untuk ikut memperkuat kaderisasi partai dan menegaskan bahwa Golkar terbuka bagi siapa pun, dari latar belakang apa pun.
Adi menyebut setiap orang memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dalam membesarkan partai. Pesan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Golkar tengah mendorong pola rekrutmen politik yang lebih inklusif, dengan memberi ruang lebih besar bagi generasi muda yang ingin masuk ke panggung politik praktis.
Source link


