More

    Kemenpar Manfaatkan AI dalam Transformasi Digital SDM Perhotelan

    Kemenpar Dorong AI untuk Mengubah Cara Hotel Melatih SDM

    Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai menempatkan kecerdasan buatan atau AI sebagai salah satu alat penting untuk mempercepat transformasi digital sumber daya manusia di sektor perhotelan. Langkah ini mengemuka dalam Hospitality Forum 2025 yang digelar bersama Asosiasi Manajer SDM Hotel Indonesia (AMSIH), ELSA Speak, dan Paradigm, dengan kehadiran lebih dari 50 pemimpin HR dari jaringan hotel besar seperti Accor, Hyatt, dan Hilton.

    Fokus pada kualitas layanan, bukan sekadar digitalisasi

    Forum tersebut menyoroti satu persoalan yang selama ini kerap muncul di industri hotel: teknologi sudah bergerak cepat, tetapi kesiapan SDM belum selalu mengikuti. Kemenpar menilai transformasi digital tidak bisa berhenti pada penggunaan sistem baru, melainkan harus menyentuh cara pelatihan karyawan agar lebih efektif, terukur, dan sesuai kebutuhan masing-masing individu.

    Isu ini menjadi penting karena Kemenpar menargetkan 25,75 juta tenaga kerja di sektor pariwisata pada 2025. Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan tetap menjadi tantangan besar, terutama ketika hotel dituntut menjaga standar yang konsisten di tengah kebutuhan operasional yang semakin kompleks.

    AI belum banyak dipakai untuk pelatihan yang dipersonalisasi

    Hasil survei terhadap peserta forum menunjukkan masih jauhnya adopsi pelatihan berbasis AI di lingkungan hotel. Sebanyak 94,4 persen responden menyebut hotel mereka belum menjalankan pelatihan hyper-personalized berbasis AI. Temuan ini menggambarkan bahwa pendekatan pembelajaran di banyak hotel masih bersifat umum, belum benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan tiap karyawan.

    Padahal, pelatihan yang lebih personal dinilai dapat membantu proses peningkatan kompetensi berlangsung lebih cepat dan relevan. Kesenjangan ini juga memperlihatkan bahwa transformasi digital di sektor perhotelan masih menyisakan pekerjaan rumah besar, terutama pada level pengembangan talenta.

    Bahasa Inggris masih jadi tantangan utama

    Dalam survei yang sama, 44,4 persen pemimpin HR menilai variasi kemampuan bahasa Inggris antar karyawan sebagai tantangan terbesar. Bagi industri hotel, kemampuan bahasa bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari kualitas layanan yang langsung dirasakan tamu.

    Kondisi tersebut menegaskan bahwa kebutuhan pelatihan di hotel tidak bisa diseragamkan. Setiap karyawan memiliki titik lemah dan kebutuhan belajar yang berbeda, sehingga pendekatan berbasis AI dipandang relevan untuk menjawab persoalan itu. Kemenpar menegaskan peningkatan kualitas SDM tetap menjadi prioritas utama dalam transformasi pariwisata nasional.

    Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

    Berita Terbaru

    Related articles