More

    Harga Setara: BEV Menggantikan LCGC di Indonesia?

    Mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) saat ini semakin terjangkau dengan harga di bawah Rp200 juta, bersaing dengan Low Cost Green Car (LCGC) yang juga biasanya dibanderol dengan harga yang sama. Namun, apakah BEV akan menggantikan posisi LCGC yang saat ini mendominasi pasar mobil di Indonesia? Menurut Resha Kusuma Atmaja dari PT Toyota Astra Motor (TAM), hal ini masih belum pasti terjadi dalam waktu dekat. Resha mengatakan bahwa untuk BEV bisa menggantikan posisi LCGC, tergantung pada apakah pasar mobil mengalami peningkatan. LCGC memiliki tujuan untuk mengubah konsumen dari memiliki motor menjadi memiliki mobil. Namun, penggunaan BEV sendiri masih lebih terpusat di daerah Jakarta dan belum menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

    Resha juga menyoroti adanya perbedaan kebutuhan antara konsumen mobil listrik dan konsumen LCGC. Menurutnya, dalam waktu tiga bulan ke depan, akan terlihat apakah konsumen mobil listrik akan terus bertambah atau tidak. Sementara itu, Yannes M. Pasaribu, seorang pengamat otomotif, mengungkapkan bahwa penjualan BEV di Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan beberapa tahun ke depan, terutama dengan generasi Z yang semakin mempunyai daya beli. Mereka cenderung lebih tertarik pada produk digital seperti BEV.

    Yannes juga menyarankan masyarakat untuk memilih BEV daripada LCGC karena memiliki keunggulan tersendiri untuk berkendara, terutama dalam kebebasan bepergian seperti kebijakan ganjil genap. Dengan BEV, pengguna bisa menghemat biaya operasional dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dengan begitu, peningkatan penjualan mobil listrik di Indonesia diprediksi akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles