Filosofi Travel+ Jetour Dibuka di GIIAS 2025, Bukan Sekadar Soal Desain Mobil
Di tengah persaingan merek otomotif yang makin padat di Indonesia, Jetour mencoba mengambil jalur berbeda. Produsen asal China ini tidak hanya menjual mobil sebagai alat transportasi, tetapi membawa filosofi Travel+ sebagai identitas desain dan gaya hidup. Pendekatan ini menjadi sorotan saat Jetour tampil di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.
Travel+ Jadi Arah Desain Jetour
Jetour menegaskan bahwa filosofi Travel+ tidak berhenti pada tampilan luar yang menarik. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan kendaraan yang punya karakter, fungsional, sekaligus relevan dengan kebutuhan pemiliknya. Dalam pandangan Jetour, mobil ideal bukan hanya enak dilihat, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas penggunanya.
Merek yang masih terbilang baru di Indonesia ini mengusung desain inovatif dan energik, dengan sentuhan yang terinspirasi dari budaya tradisional namun tetap dikemas modern. Arah tersebut terlihat pada lini Family Travel Series, termasuk model Dashing dan X70 Plus, yang memadukan unsur klasik dan futuristik dalam satu konsep.
Arief Sutrisno: Mobil Harus Punya Nilai Lebih
Brand Manager PT Jetour Motor Indonesia, Arief Sutrisno, mengungkapkan filosofi Travel+ tersebut dalam pameran GIIAS 2025. Ia menjelaskan bahwa Jetour ingin membangun kendaraan yang bukan hanya stylish, tetapi juga nyaman dan mendukung mobilitas harian dengan lebih baik.
Menurut Arief, Dashing dan X70 Plus sama-sama punya karakter kuat yang dirancang untuk menjangkau kebutuhan pengguna yang beragam. Jetour melihat desain sebagai bagian penting dari pengalaman berkendara, bukan sekadar lapisan visual yang dipasang di atas fungsi utama mobil.
T2 Jadi Sinyal Arah Baru Jetour
Melalui model seperti T2 yang akan datang, Jetour ingin memperluas makna mobil sebagai bagian dari perjalanan hidup penggunanya. Kendaraan tidak lagi diposisikan hanya sebagai sarana berpindah tempat, melainkan sebagai perpanjangan dari emosi, aktivitas, dan semangat petualangan pemiliknya.
Dengan pendekatan itu, Jetour berusaha membangun citra produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga berguna dalam keseharian. Langkah ini menunjukkan bahwa merek tersebut ingin menancapkan posisi yang lebih kuat di pasar Indonesia, terutama di kalangan konsumen yang mencari mobil dengan desain berbeda dan karakter yang jelas.


