Langkah Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri di China Open 2025 Super 1000 bukan sekadar cerita lolos ke final. Hasil itu langsung memunculkan pembicaraan baru: seberapa jauh pasangan ini bisa melesat di ranking dunia, bahkan apakah mereka punya jalan menuju posisi teratas sektor ganda putra. Dari yang sebelumnya masih berkutat di Japan Open 2025 Super 750 dan terhenti di perempatfinal, kini keduanya justru berdiri satu langkah dari gelar besar.
Lonjakan poin yang bikin sorotan tertuju
Fajar dan Fikri tercatat mengumpulkan 6.050 poin dan saat ini berada di peringkat 210 dunia dalam ranking BWF ganda putra. Angka itu terdengar biasa jika dilihat sekilas, tetapi situasinya berubah drastis setelah mereka menembus partai puncak China Open 2025. Dengan tambahan 11.500 poin dari turnamen ini, posisi mereka diperkirakan bisa melonjak ke peringkat 80 dunia.
Perjalanan mereka di turnamen ini juga menjadi perhatian karena keberhasilan tersebut diraih lewat kemenangan atas pasangan-pasangan yang lebih berpengalaman. Itu membuat pencapaian Fajar dan Fikri terasa lebih bernilai, bukan hanya dari sisi hasil, tetapi juga dari bobot lawan yang mereka singkirkan di jalur menuju final.
Final jadi penentu lompatan berikutnya
Masih ada satu laga yang bisa mengubah peta lebih jauh. Jika Fajar dan Fikri mampu mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di final, tambahan 13.500 poin akan masuk ke kantong mereka. Skema itu membuat mereka berpeluang naik lagi ke peringkat 76 dunia dan melewati sejumlah nama besar, termasuk Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Meski begitu, pembicaraan soal peringkat 1 dunia masih lebih tepat dibaca sebagai gambaran potensi jangka panjang, bukan target yang langsung terjadi dalam satu turnamen. Namun, fakta bahwa pasangan ini bisa menembus final Super 1000 setelah sebelumnya tersendat di Japan Open menunjukkan mereka sedang berada di jalur yang patut diperhitungkan.
Momentum yang mulai terbentuk
Di tengah persaingan ganda putra yang sangat ketat, performa Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri di China Open 2025 memberi sinyal kuat bahwa mereka bukan pasangan pelengkap. Mereka datang dengan status yang belum terlalu tinggi di ranking, tetapi pulang dengan kemungkinan lonjakan besar yang jarang didapat dalam waktu singkat. Final nanti bukan hanya soal perebutan gelar, melainkan juga ujian apakah momentum besar ini bisa mereka ubah menjadi lompatan nyata di level dunia.
Source link


