Pemerintah melalui Perusahaan Umum Bulog telah mulai menyalurkan cadangan beras pemerintah (CBP) ke masyarakat dan pasar. Penyaluran ini penting untuk memastikan bantuan pangan beras tepat sasaran dan efektif. Ada dua saluran utama dalam penyaluran ini, pertama adalah bantuan pangan beras kepada 18,3 juta keluarga dengan masing-masing menerima 10 kg beras. Anggaran yang belum tersedia menyebabkan penyaluran ini terjadi lebih lambat dari yang dijadwalkan. Selain itu, ada juga penyaluran beras SPHP yang memiliki target lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Pengamat Pertanian Khodori mengatakan bahwa penyaluran CBP ini memberikan kabar baik bagi warga miskin dan rentan yang terdampak oleh lonjakan harga beras. Pertanggungjawaban pemerintah adalah untuk memastikan pasokan pangan, termasuk beras, mencukupi dan terjangkau oleh masyarakat.
Penyaluran beras SPHP tahun ini lebih ketat dalam pengawasan untuk memastikan tujuan penyaluran tercapai. Berbagai saluran penyaluran mengharuskan rekomendasi dari dinas ketahanan pangan/pemda dan pengecer harus memenuhi persyaratan ketat dalam penyaluran beras. Hal ini termasuk penggunaan aplikasi Klik SPHP dan ketentuan mengenai harga jual beras.
Dalam situasi di mana penyaluran CPB terhambat, adaptasi skema penyaluran yang lebih efisien perlu dicari. Dengan stok beras Bulog yang mencapai 4,2 juta ton, fokus pemerintah sekarang seharusnya adalah pada penyaluran beras ke pasar yang membutuhkan, bukan hanya menyerap stok. Hal tersebut penting untuk menjaga pasokan beras di pasar yang semakin menipis.


