Pada perayaan Hari Anak Nasional tahun 2025, Puan Maharani menyoroti permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak, seperti risiko perundungan, kekerasan seksual, dan diskriminasi. Anak-anak rentan mengalami lingkungan yang tidak aman baik secara fisik maupun digital di luar lingkungan sekolah, termasuk paparan konten daring yang tidak mendidik. Terutama anak-anak di desa, wilayah adat, dan keluarga prasejahtera masih mengalami ketimpangan yang signifikan dalam hal pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Puan menekankan pentingnya memasukkan perlindungan anak ke dalam kerangka pembangunan nasional dan lokal. Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2025 diharapkan bisa menjadi momentum nyata dalam upaya menjadikan anak-anak Indonesia terbebas dari berbagai ancaman seperti kekerasan, bullying, stunting, dan lain sebagainya. Upaya ini memerlukan partisipasi dari semua pihak terkait dan masyarakat itu sendiri melalui berbagai saluran komunikasi yang ada.
Hari Anak Nasional 2025: Puan Maharani dan Perlindungan Menyeluruh
Related articles


