Presiden Indonesia Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras kepada para elite ekonomi dalam penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025. Di hadapan peserta kongres, ia memperkenalkan istilah baru yang mencolok: Greednomics, sebuah label yang ia pakai untuk menggambarkan perilaku segelintir pihak yang dinilainya terus mengeruk kekayaan negara tanpa jera.
Kritik tajam atas keserakahan elite
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen menjalankan konstitusi dan menegakkan hukum. Ia mengingatkan kembali sumpah jabatannya bersama Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024, saat keduanya berjanji di depan rakyat Indonesia untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku.
“Karena itulah, Insya Allah, saya hanya memohon kekuatan dari Yang Maha Kuasa – untuk memberi saya keberanian untuk menjalankan Konstitusi Republik Indonesia. Negara kita kaya luar biasa – namun demikian juga para pencuri,” kata Prabowo.
Ia juga menumpahkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang menurutnya sudah berkali-kali diperingatkan, tetapi tetap mengulangi pola yang sama. “Sungguh tidak masuk akal. Mereka tidak pernah belajar. Mereka telah diingatkan berkali-kali, namun tetap tidak ada perubahan. Saya merasa kecewa,” ujarnya.
‘Greednomics’ sebagai sindiran politik-ekonomi
Prabowo menyebut perilaku itu bukan sekadar kelalaian, melainkan dorongan keserakahan yang membuat sebagian orang bertindak tanpa logika dan etika. Dari situlah ia melahirkan istilah Greednomics, yang ia gambarkan sebagai bentuk baru dari praktik ekonomi politik yang tidak adil.
“Kita melihat munculnya aliran pemikiran ekonomi baru. Kita telah memiliki berbagai aliran ekonomi – sekarang kita memiliki satu yang saya sebut ‘Greednomics’,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa istilah tersebut tidak dikenal dalam buku teks maupun diajarkan di fakultas ekonomi mana pun. “Ini adalah ilmu keserakahan. Namun… saat mereka akan tiba,” kata Prabowo, merujuk pada keyakinannya bahwa para pelaku pada akhirnya akan menghadapi konsekuensi.
Pidato yang menyedot perhatian publik
Pernyataan itu langsung menyita perhatian karena disampaikan dengan nada keras dan terbuka, terutama saat Prabowo menyorot praktik ekonomi yang menurutnya hanya menguntungkan segelintir orang. Di tengah narasi tentang kekayaan Indonesia, ia menempatkan isu penegakan hukum dan pemberantasan korupsi sebagai garis depan pemerintahannya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


