Keputusan Li Yinhui pensiun pada usia 24 tahun menjadi salah satu kabar paling menyedihkan dari dunia bulu tangkis China. Mantan pemain ganda putri itu memilih berhenti lebih cepat dari yang dibayangkan bukan karena alasan teknik atau persaingan, melainkan karena kondisi kesehatan yang terus memburuk. Sakit jantung dan pneumonia memaksa perjalanan kariernya terhenti di saat usia atlet justru sedang berada pada fase terbaik.
Brakikardia dan dampak pneumonia yang tak kunjung pulih
Pada 2022, Li Yinhui didiagnosis mengalami bradikardia, yakni kondisi ketika detak jantungnya melambat drastis. Angkanya hanya 37 kali per menit, jauh di bawah rentang normal 60-100 kali per menit. Situasi itu semakin berat karena ia juga masih merasakan dampak pneumonia yang pernah dideritanya, sehingga tubuhnya tidak benar-benar pulih.
Li Yinhui sempat berupaya menjalani penyembuhan selama beberapa bulan. Namun, setelah melalui proses panjang dan melelahkan, ia akhirnya harus menerima kenyataan bahwa pengobatan jangka panjang tak lagi bisa ia lanjutkan. Pilihan pensiun pun menjadi keputusan yang tak terhindarkan.
Jejak yang mulai terlihat sejak awal 2022
Isyarat berakhirnya karier Li Yinhui sebenarnya sudah muncul lebih dulu. Namanya bersama pasangan gandanya, Du Yue, dihapus dari ranking BWF pada 25 Januari 2022. Momen itu menjadi tanda bahwa situasinya memang tidak berjalan normal, sekaligus memperkuat dugaan bahwa ada persoalan serius di balik absennya mereka dari persaingan internasional.
Meski harus berhenti di usia muda, Li Yinhui tidak menutup perjalanan kariernya dengan keluhan. Ia justru menyampaikan rasa syukur atas sembilan tahun yang dijalaninya bersama tim bulu tangkis China. Di tengah keputusan pahit itu, ia tetap memberi penghormatan pada olahraga yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Perpisahan yang datang terlalu cepat
Di atas kertas, Li Yinhui masih berada di jalur yang seharusnya menjanjikan. Ia dan Du Yue sempat menempati peringkat delapan dunia, posisi yang menunjukkan kualitas sekaligus konsistensi mereka di level elite. Namun kesehatan berbicara lain. Dalam olahraga profesional, terutama bulu tangkis yang menuntut fisik ekstrem, kondisi tubuh bisa mengubah segalanya dalam sekejap.
Kisah Li Yinhui menjadi pengingat bahwa di balik prestasi dan ranking, ada batas tubuh yang tak selalu bisa dilawan. Untuk seorang atlet, pensiun di usia 24 tahun adalah jalan yang paling berat, tetapi bagi Li Yinhui, itulah satu-satunya pilihan yang tersisa.


