Ye Zhaoying, mantan pebulu tangkis terkenal asal China, telah mengalami lika-liku kehidupan yang memilukan. Dulu dianggap sebagai pahlawan negara, kini justru dianggap sebagai pengkhianat. Ia merupakan salah satu pemain tunggal putri terbaik China pada tahun 1990-an, bersaing dengan nama-nama besar seperti Susy Susanti dan Bang Soo-hyun.
Prestasinya begitu gemilang, dengan meraih gelar juara dunia pada tahun 1995 dan 1997, serta meraih berbagai gelar juara di turnamen bergengsi lainnya. Namun, karir Ye mulai tercoreng saat ia diperintah untuk sengaja kalah dalam pertandingan melawan rekan setimnya di semifinal Olimpiade 2000, Gong Zhichao. Hal tersebut dilakukan atas perintah pelatih kepala tim bulu tangkis China, Li Yongbo, dan pelatih kepala tunggal putri, Tang Xueha.
Meskipun Ye mencoba melawan kecurangan tersebut, namun upayanya malah membuatnya dihapus dari sejarah bulu tangkis China dan tidak ada jejak namanya di mesin pencari Baidu. Kisah sedih Ye Zhaoying merupakan contoh teladan tentang bagaimana seorang pahlawan bisa berubah menjadi pengkhianat dalam sekejap.


