Arash-2 kembali jadi sorotan di tengah memanasnya perang Iran-Israel. Drone canggih ini disebut sebagai salah satu perangkat serang jarak jauh yang dirancang untuk menekan target strategis, termasuk kota-kota besar di Israel seperti Tel Aviv dan Haifa.
Versi pengembangan dari Arash-1
Arash-2 merupakan pengembangan dari Arash-1 dan memiliki kemiripan visual dengan drone Kian-2. Dari sisi rancangan, drone ini dibuat untuk mendukung operasi dengan mobilitas tinggi dan dapat disebar cepat di berbagai medan. Bentuknya yang relatif ringkas membuat Arash-2 mudah dioperasikan dalam skenario tempur yang membutuhkan respons cepat.
Drone ini menggunakan mesin piston, terutama MD550 atau MDSO-4-520 Tempest, yang diklaim mampu menghasilkan tenaga 50 tenaga kuda. Dengan tenaga tersebut, Arash-2 dapat melaju hingga 185 kilometer per jam. Spesifikasi ini menempatkannya sebagai drone yang tidak hanya mengandalkan jangkauan, tetapi juga kecepatan dalam mendekati sasaran.
Dirancang untuk serangan strategis
Secara ukuran, Arash-2 memiliki panjang 4,5 meter dan lebar sayap 4 meter. Drone ini juga dapat terbang di ketinggian hingga 12.000 kaki. Kombinasi ukuran, daya jelajah, dan kemampuan terbang tersebut membuatnya dinilai cocok untuk operasi serangan yang menargetkan area penting.
Keunggulan lain Arash-2 terletak pada cara peluncurannya. Drone ini dapat dilepas dari sistem kotak yang dipasang di atas truk, atau menggunakan bantuan jet take-off (JATO) agar bisa dikerahkan lebih cepat. Metode ini memberi fleksibilitas tinggi, terutama dalam kondisi konflik yang menuntut perpindahan posisi secara dinamis.
Fokus pada kota-kota besar Israel
Dibandingkan drone militer lain, Arash-2 disebut punya penargetan strategis yang lebih spesifik. Dalam konteks perang Iran-Israel, drone ini dirancang untuk menjadi ancaman bagi pusat-pusat urban dan infrastruktur penting, dengan Tel Aviv dan Haifa disebut sebagai sasaran utama. Karakter ini membuat Arash-2 bukan sekadar drone serang biasa, melainkan bagian dari tekanan militer yang menyasar titik-titik vital lawan.
Source link


