Okezone Sports
Nama Alex Rins memang tidak sekeras Fabio Quartararo selama tes pramusim MotoGP 2025 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Namun, pembalap Monster Energy Yamaha itu justru pulang dengan bekal yang lebih penting daripada sekadar posisi di papan waktu: keyakinan bahwa motor YZR-M1 mulai bergerak ke arah yang benar.
Rins tak mengejar sensasi, tapi progres nyata
Selama tiga hari pengujian di Sepang, Rins mencatat hasil yang naik-turun, yakni posisi ke-14, ke-13, lalu menutup hari terakhir di urutan ke-10. Hasil itu belum menempatkannya di jajaran teratas, tetapi bagi Rins, angka-angka tersebut bukan ukuran utama dari keberhasilan tes pramusim.
Ia menegaskan, fokusnya bukan sekadar tampil mencolok, melainkan memastikan Yamaha mendapat gambaran yang jelas soal arah pengembangan motor. Tes ini, menurutnya, menjadi kesempatan untuk mencoba sejumlah fitur baru sekaligus membenahi masalah yang sempat mengganggu performanya.
Masalah musim lalu mulai terasa ada jawabannya
Rins juga mengakui musim lalu berjalan tidak mudah. Salah satu kendala terbesar yang ia rasakan adalah kontrol motor yang kerap tidak sesuai harapan, sehingga membuatnya kesulitan tampil konsisten di lintasan. Situasi itu membatasi kemampuannya untuk bersaing secara penuh di level tertinggi.
Karena itu, perasaan yang ia bawa pulang dari Sepang jauh lebih positif. Meski belum sempurna, ia melihat ada peningkatan pada kenyamanan dan kendali motor. Bagi seorang pembalap MotoGP, dua aspek tersebut bisa menjadi pembeda besar saat balapan berlangsung ketat.
Yamaha dinilai berada di jalur yang tepat
Dalam fase pramusim, catatan waktu memang sering menarik perhatian. Tetapi bagi Rins, yang lebih penting adalah bagaimana motor merespons setiap perubahan setelan dan seberapa efektif tim membaca arah pengembangan. Dari tes di Malaysia itu, ia menangkap sinyal bahwa kerja Yamaha tidak berjalan sia-sia.
Dengan modal tersebut, Rins berharap bisa menatap MotoGP 2025 dengan rasa percaya diri yang lebih besar. Ia belum menjadi yang tercepat di Sepang, tetapi puasnya Rins menunjukkan satu hal: untuk Yamaha, progres kecil di pramusim bisa jadi lebih berharga daripada hasil cepat yang hanya bertahan sehari. Okezone Sports


