More

    Ciri dan Pengobatan Stevens Johnson Syndrome

    Ciri dan Pengobatan Stevens Johnson Syndrome

    Stevens Johnson Syndrome atau SJS bukan sekadar ruam biasa. Kondisi ini tergolong serius karena pada awalnya sering menipu dengan gejala yang mirip infeksi ringan, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, dan nyeri tubuh. Namun, dalam hitungan hari, tanda-tandanya bisa berubah drastis menjadi ruam merah yang terasa nyeri, lalu berkembang menjadi lepuh dan menyebar ke berbagai bagian tubuh, termasuk wajah, mulut, mata, hingga alat kelamin.

    Gejala yang Perlu Diwaspadai

    Gejala SJS umumnya tidak muncul sekaligus, tetapi berkembang cepat. Salah satu ciri yang paling khas adalah lepuh pada kulit dan selaput lendir. Selain itu, kulit dapat mengelupas, terasa sangat nyeri meski tanpa sebab yang jelas, serta muncul pembengkakan pada mulut, bibir, dan wajah. Pada sebagian kasus, mata juga ikut meradang dan dapat menyebabkan penglihatan kabur. Karena gejalanya menyerang area vital dan sensitif, SJS perlu dikenali sejak dini agar tidak terlambat ditangani.

    Risiko Jika Kondisi Memburuk

    Dalam kondisi yang lebih berat, Stevens Johnson Syndrome bisa berkembang menjadi nekrolisis epidermal toksik atau TEN. Tahap ini melibatkan lebih dari 30% permukaan kulit dan menjadi keadaan yang jauh lebih berbahaya. Saat sudah sampai pada fase tersebut, risiko komplikasi meningkat tajam dan pasien biasanya membutuhkan penanganan medis yang sangat intensif.

    Perawatan Harus Cepat dan Terpantau

    Karena sifatnya yang serius, penderita SJS umumnya harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pemantauan ketat sekaligus mencegah komplikasi lanjutan. Perawatan intensif menjadi penting bukan hanya untuk menangani gejala yang muncul, tetapi juga menjaga kondisi tubuh agar tidak makin memburuk. Mengenali tanda awal seperti demam yang disusul ruam nyeri dan lepuh bisa menjadi langkah penting untuk mempercepat pertolongan medis.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles