More

    Strategi Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045: Hadapi Era AI & Digitalisasi

    Menuju Indonesia Emas 2045, Pemerintah Didorong Tak Cuma Siap Teknologi, tapi Juga Siapkan Manusia

    Transformasi digital kini bergerak terlalu cepat untuk diperlakukan sekadar sebagai isu masa depan. Di tengah dorongan menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah dihadapkan pada satu pertanyaan penting: apakah kesiapan bangsa ini sudah seimbang antara infrastruktur teknologi dan kualitas manusianya? Di sinilah kecerdasan buatan atau AI menjadi penanda bahwa perubahan bukan lagi wacana, melainkan kenyataan yang harus diantisipasi sejak sekarang.

    AI Mengubah Cara Kerja, Tapi Juga Cara Berpikir

    Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, menekankan bahwa generasi muda tidak bisa hanya menjadi penonton dalam arus digitalisasi. Dalam sarasehan bersama remaja GenRe dan penyuluh KB di Pendopo Sipanji, Banyumas, Jawa Tengah, ia mengingatkan bahwa target Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika anak muda tidak disiapkan untuk menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

    Menurut Prof. Budi, AI memang menawarkan banyak keuntungan. Teknologi ini bisa mempercepat analisis data, membantu produksi, hingga membuat pelayanan publik lebih efisien. Namun, di balik manfaat itu, ada risiko lain yang tak boleh diabaikan: ketergantungan berlebihan pada mesin yang justru bisa melemahkan daya pikir manusia bila tidak diimbangi dengan sikap kritis dan bijak.

    Peta Jalan Digital Harus Jelas, dari Pusat hingga Daerah

    Karena itu, ia menilai pemerintah perlu memiliki peta jalan yang lebih strategis dalam menyikapi perkembangan teknologi, termasuk AI, di semua level pemerintahan. Bukan hanya pemerintah pusat yang harus bergerak, tetapi juga pemerintah daerah. Keduanya dituntut membaca arah perubahan dengan lebih tajam agar kebijakan yang disusun tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

    Prof. Budi juga menyoroti pentingnya daerah memetakan jenis-jenis pekerjaan yang akan muncul di masa depan. Dari sana, generasi muda bisa dipersiapkan dengan kompetensi yang sesuai, bukan sekadar dibekali pengetahuan umum. Strategi transformasi digital yang jelas, relevan, dan adaptif menjadi kunci agar daerah tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengelolanya untuk kepentingan pembangunan.

    Generasi Muda Jadi Penentu Arah Indonesia 2045

    Pesan yang mengemuka dalam sarasehan itu cukup tegas: masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang mengoperasikannya. Karena itu, pendidikan, pembinaan generasi muda, dan arah kebijakan digital harus berjalan beriringan. Jika persiapan ini dilakukan sejak sekarang, maka target besar menuju Indonesia Emas 2045 memiliki fondasi yang lebih kuat dan tidak sekadar bergantung pada optimisme.

    Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

    Berita Terbaru

    Related articles