Gerakan Nasional Berhenti Merokok: Menuju Indonesia Sehat
Upaya menekan angka perokok di Indonesia tak bisa hanya mengandalkan imbauan. Di tengah kebiasaan merokok yang masih kuat, akses terhadap bantuan medis dan pendampingan yang tepat menjadi kunci. Dalam gerakan berhenti merokok yang terus didorong di Indonesia, Kenvue mengambil peran aktif dengan membantu distribusi dan ketersediaan Nicotine Replacement Therapy (NRT) di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.
Nicorette Jadi Fokus Bantuan Berhenti Merokok
Nicorette disebut sebagai satu-satunya farmakoterapi berhenti merokok yang telah disetujui oleh BPOM dan WHO. Produk ini menjadi salah satu tumpuan dalam membantu perokok yang ingin lepas dari ketergantungan nikotin secara bertahap dan terarah. Menurut Fika Yolanda, Direktur Pemasaran Kenvue Indonesia, langkah tersebut merupakan bagian penting dalam mendorong masyarakat yang lebih sehat.
Fokus pada ketersediaan NRT juga menunjukkan bahwa gerakan berhenti merokok tidak berhenti pada seruan moral semata. Dukungan nyata di lapangan dibutuhkan agar masyarakat yang ingin berhenti merokok benar-benar memiliki pilihan bantuan yang mudah dijangkau.
Pelatihan Tenaga Kesehatan Diperkuat
Selain memastikan akses NRT, Kenvue juga ikut terlibat dalam pelatihan tenaga kesehatan untuk memperkuat layanan Unit Berhenti Merokok (UBM) di fasilitas kesehatan. Pelatihan ini mencakup pendekatan klinis, komunikasi motivasional, hingga pemahaman mengenai risiko rokok elektronik.
Prof. Agus menegaskan bahwa pembekalan seperti ini penting agar tenaga medis memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai saat mendampingi pasien. Dengan begitu, proses berhenti merokok tidak hanya bersifat anjuran, tetapi juga mendapat dukungan profesional yang lebih menyeluruh dan terukur.
Kolaborasi Jadi Penentu
Gerakan Berhenti Merokok di Indonesia dinilai sebagai langkah awal yang menjanjikan untuk menurunkan jumlah perokok. Namun, hasil yang lebih nyata hanya bisa dicapai jika pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, dan sektor swasta bergerak bersama dalam jangka panjang.
Di titik ini, tantangannya bukan sekadar mengurangi konsumsi rokok, melainkan membangun lingkungan yang mendukung perubahan perilaku. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting agar gerakan ini tidak berhenti sebagai kampanye sesaat, melainkan berkembang menjadi kebiasaan baru yang lebih sehat di tengah kehidupan sehari-hari.
Source link


