SUMBA BARAT DAYA — Bagi banyak keluarga di pedesaan, sarapan sering kali bergantung pada apa yang tersedia di dapur hari itu. Namun, bagi Vincencia Toma, warga Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambulaka, Sumba Barat Daya, kondisi itu mulai berubah sejak hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sarapan yang dulu serba seadanya, kini lebih tertata
Vincencia, yang tengah hamil dan memiliki seorang anak berusia empat tahun, mengaku merasakan dampak langsung dari program tersebut dalam keseharian keluarganya. Sebelum menerima makanan dari MBG, menu pagi mereka kerap bergantung pada bahan yang ada di rumah. Kini, anaknya disebut selalu menghabiskan makanan yang diberikan.
Selama sembilan hari terakhir, Vincencia melihat perubahan yang cukup nyata, bukan hanya pada selera makan anaknya, tetapi juga pada cara keluarganya mengatur konsumsi makanan sepanjang hari. Ia menilai makanan yang diterima enak sekaligus memiliki nilai gizi yang baik.
Dukungan bagi ibu hamil dan anak di desa
Menjelang persalinan, Vincencia merasa terbantu dengan kehadiran dapur layanan gizi MBG di wilayahnya. Ia menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pemerintah yang menyediakan makanan gratis dan bergizi bagi ibu dan anak di daerah pedesaan.
Menurut dia, anak-anak membutuhkan makanan yang cukup protein dan beragam agar tumbuh lebih baik. Karena itu, ia berharap program ini tidak berhenti dalam waktu singkat, melainkan berjalan terus karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Fokus menekan masalah gizi di Sumba Barat Daya
Di Sumba Barat Daya, program MBG dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambolaka. Sasaran utamanya mencakup sekolah dan posyandu, dengan prioritas penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dan menyusun menu yang seimbang, program ini dirancang untuk menjawab persoalan gizi di daerah sekaligus membantu menekan angka stunting. Pengalaman Vincencia menjadi gambaran kecil bagaimana program tersebut mulai memberi dampak nyata bagi keluarga di Radamata dan sekitarnya.


