More

    PDIP Sebut Didit Hediprasetyo Silaturahmi ke Megawati Tanpa Pesan Politik

    PDIP Sebut Didit Hediprasetyo Silaturahmi ke Megawati Tanpa Pesan Politik

    Momen Idul Fitri 1446 Hijriah di rumah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menarik perhatian publik setelah Didit Hediprasetyo, yang juga dikenal sebagai Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, datang bersilaturahmi. Namun, bagi PDIP, kunjungan itu bukanlah sinyal politik yang perlu dibaca berlebihan. Partai banteng menegaskan, pertemuan tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari hubungan kekeluargaan yang sudah lama terjaga.

    PDIP: Jangan Dibaca sebagai Manuver Politik

    Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus juru bicara partai, Ahmad Basarah, menekankan bahwa kehadiran Didit di kediaman Megawati merupakan hal yang wajar dalam suasana Lebaran. Menurut dia, hubungan antara keluarga Megawati dan keluarga Prabowo Subianto memang telah terjalin baik sejak lama, sehingga momen saling berkunjung dalam hari raya tidak perlu dipelintir menjadi agenda politik praktis.

    Basarah menilai, kunjungan tersebut justru menunjukkan bahwa komunikasi antarkeluarga masih berjalan dengan baik. Ia mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan politik dari sebuah silaturahmi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

    Hubungan Lama yang Menjangkau Keluarga

    Dalam penjelasannya, Basarah menyebut Didit dan Megawati sudah saling mengenal sejak lama. Kedekatan itu tidak berhenti di level pribadi, tetapi juga merembet ke lingkar keluarga yang lebih luas. Ia bahkan menyebut Didit akrab dengan cucu Megawati, Fika, yang merupakan anak dari Puan Maharani.

    Bagi PDIP, kedekatan semacam itu membuat pertemuan di hari Lebaran terasa natural, bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Karena itu, partai menilai tak ada alasan untuk mengaitkan silaturahmi tersebut dengan pembicaraan politik tertentu.

    Harapan agar Silaturahmi Tetap Terjaga

    Basarah juga menyampaikan harapannya agar hubungan baik Megawati dan Prabowo Subianto terus berlanjut. Ia optimistis pertemuan keduanya hanya soal waktu, sembari menegaskan bahwa persahabatan yang telah terbangun semestinya dijaga selamanya. Dalam konteks Idul Fitri 1446 Hijriah, PDIP ingin momen itu dibaca sebagai ruang memperkuat tali silaturahmi, bukan sebagai panggung isyarat politik.

    Demikian berita ini dilaporkan oleh Genantan Saputra dari Merdeka.com.

    Berita Terbaru

    Related articles