Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 bersama Polda Papua kembali menunjukkan hasil kerja intelijen yang krusial. Dalam operasi terbaru, aparat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan senjata api dan amunisi yang diduga akan disalurkan kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puncak Jaya yang dipimpin oleh Lerimayu Telengen. Penangkapan ini bukan sekadar soal menyita barang bukti, tetapi juga memutus potensi ancaman yang bisa memicu jatuhnya korban di Papua.
Apresiasi DPR untuk langkah cepat aparat
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, memberikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 atas keberhasilan tersebut. Menurut dia, penggagalan penyelundupan senjata api itu sangat penting karena berkaitan langsung dengan upaya menjaga kedamaian di Bumi Cenderawasih. Ia menilai, setiap langkah yang mampu menekan peredaran senjata ilegal patut didukung karena dampaknya bukan hanya pada keamanan, tetapi juga rasa aman masyarakat sehari-hari.
Yuni Enumbi disebut sebagai tersangka utama
Informasi intelijen yang dihimpun aparat mengarah pada tersangka utama, Yuni Enumbi (29), yang akhirnya berhasil ditangkap dalam operasi itu. Dari keterangan yang beredar, senjata dan amunisi tersebut diduga memang akan diserahkan untuk memperkuat kelompok bersenjata di wilayah Puncak Jaya. Pengungkapan ini memperlihatkan bahwa jalur pasokan senjata ilegal masih menjadi ancaman serius dan membutuhkan pengawasan ketat.
Menjaga warga dari ancaman yang tak terlihat
Apresiasi juga mengalir karena keberhasilan ini dinilai bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga perlindungan terhadap warga sipil. Di wilayah yang kerap dibayangi ketegangan seperti Puncak Jaya, keberadaan senjata api di tangan kelompok bersenjata berpotensi memunculkan korban baru kapan saja. Karena itu, langkah Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 dipandang penting untuk mencegah kehilangan nyawa dan menjaga stabilitas keamanan di Papua.


