More

    Agenda Konsolidasi Muktamar PPP: Wawasan Menjanjikan

    Agenda Konsolidasi Muktamar PPP: Wawasan Menjanjikan

    Di tengah sorotan terhadap langkah politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP), perhatian sejumlah kader daerah justru tertuju pada hal yang mereka nilai jauh lebih mendesak: persiapan muktamar. Pada Jumat (21/2/2025), Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono melepas puluhan pengurus DPP PPP yang berangkat umroh di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat. Namun, momen itu memunculkan kritik dari internal partai, terutama dari daerah yang merasa arah pembahasan partai belum menyentuh persoalan utama.

    Kritik dari Daerah soal Fokus Kepemimpinan

    Ketua DPC PPP Kutai Barat, Kalimantan Timur, Yuliadi, menilai langkah Mardiono tersebut tidak seharusnya menjadi perhatian utama partai saat ini. Menurut dia, PPP semestinya lebih dulu memusatkan energi pada agenda konsolidasi dan persiapan muktamar, bukan pada kegiatan yang dinilai lebih dekat dengan pencitraan publik. Yuliadi berharap pembahasan internal partai segera diarahkan pada agenda strategis yang bisa menentukan masa depan PPP.

    Desakan Agar Muktamar Segera Dibahas

    Senada dengan itu, Ketua DPC PPP Musi Rawas Utara, Muh Hadi, menegaskan bahwa partai perlu memahami skala prioritas. Ia menilai PPP harus segera bangkit dan tidak terus-menerus membiarkan agenda penting tertunda. Hadi juga mengingatkan bahwa rekomendasi Mukernas pada Desember 2024 belum mendapat tindak lanjut yang memadai. Kondisi ini, menurut dia, menunjukkan bahwa suara daerah belum benar-benar menjadi perhatian DPP.

    Keluhan Kader Soal Kerja Lapangan yang Tak Direspons

    Di tingkat daerah, para kader merasa kerja keras mereka dalam Pileg dan pilkada belum mendapat pengakuan yang layak. Mereka menilai DPP kurang peka terhadap situasi riil di lapangan, padahal konsolidasi partai justru membutuhkan kedekatan dengan struktur bawah. Karena itu, dorongan agar muktamar segera dipersiapkan bukan sekadar soal jadwal organisasi, melainkan juga soal arah politik PPP ke depan dan bagaimana partai merespons kegelisahan kader di daerah.

    Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

    Berita Terbaru

    Related articles