More

    Afriansyah Noor Dipecat dari Sekjen Saat Bertugas di Swiss, PBB: Sudah Dipertimbangkan

    Afriansyah Noor resmi diberhentikan dari jabatan Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) per 12 Juni 2024, dan kabar itu ia terima saat sedang menjalankan tugas dinas di Jenewa, Swiss, sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI. Keputusan tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang Afriansyah di internal partai yang telah ia jalani selama hampir tiga dekade.

    Dipecat Saat Bertugas di Luar Negeri

    Afriansyah menyampaikan informasi itu melalui video yang diunggah di akun TikTok resminya pada Senin (17/6/2024). Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pemberhentiannya dari jabatan sekjen bukan datang di tengah situasi biasa, melainkan saat dirinya tengah menjalankan agenda kedinasan di Swiss. Kondisi itu membuat kabar politik internal PBB tersebut terasa lebih mengejutkan.

    Meski demikian, Afriansyah memilih berbicara dengan nada tenang. Ia menyampaikan terima kasih kepada Yusril Ihza Mahendra yang sebelumnya telah mengundurkan diri sebagai ketua umum PBB pada 18 Mei 2024. Ucapan itu menjadi penanda bahwa, meski berakhir dengan pemberhentian, hubungan Afriansyah dengan partai tetap diwarnai penghormatan atas perjalanan panjang yang pernah dilalui bersama.

    Hampir 27 Tahun Bersama PBB

    Afriansyah mengungkapkan bahwa dirinya telah berkarier sekitar 27 tahun di Partai Bulan Bintang. Dalam video yang sama, ia juga menyinggung dua tahun masa pengabdiannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, dua periode pengabdian itu bukan hanya soal jabatan, tetapi juga rangkaian pengalaman yang membentuk perjalanan politik dan profesionalnya.

    "Hari ini, tanggal 15 Juni, genap 2 tahun saya mengabdi sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan di pemerintahan Bapak Joko Widodo. Kebersamaan saya dengan PBB selama hampir 27 tahun ini sangat berkesan, baik suka maupun duka, bersama-sama PBB," ucap Afriansyah.

    Sinyal Perubahan di Tubuh Partai

    Pemberhentian Afriansyah dari kursi sekjen menambah daftar perubahan di tubuh PBB dalam waktu yang berdekatan dengan mundurnya Yusril Ihza Mahendra dari posisi ketua umum. Meski detail alasan pemberhentian tidak dijelaskan dalam pernyataan Afriansyah, fakta bahwa keputusan itu sudah ditetapkan sejak 12 Juni 2024 menunjukkan adanya dinamika internal yang sedang berlangsung di partai tersebut.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles