Zaskia Adya Mecca Terguncang Saat Anak Masuk ICU karena Pneumonia
Hari-hari Zaskia Adya Mecca kembali dipenuhi cemas setelah salah satu buah hatinya, Bhai Kaba, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Putra Zaskia dan Hanung Bramantyo itu masuk ICU setelah hasil pemeriksaan menunjukkan pneumonia. Kondisi tersebut membuat Zaskia tak kuasa menyembunyikan rasa syok dan lemah yang ia rasakan.
Hasil Rontgen Kembali Mengarah ke Pneumonia
Melalui Instagram Stories, Zaskia membagikan kabar singkat tentang kondisi Kaba. Ia menuliskan bahwa hasil rontgen menunjukkan penyakit yang sama, yakni pneumonia. Ungkapan itu memperlihatkan betapa situasi ini bukan sekadar kondisi medis biasa bagi keluarganya, melainkan pengalaman yang kembali memukul mental dan fisik mereka.
Dalam unggahan lain di Instagram, Zaskia mengaku tubuhnya gemetar saat mendapati Kaba kembali harus masuk ICU. Ia menggambarkan perasaannya seperti menggigil seluruh badan, lemas, dan nyaris tak sanggup berdiri. Foto yang ia bagikan memperlihatkan Kaba tertidur di ranjang rumah sakit di ruang perawatan intensif.
Kaba Mengeluh Sesak, Pusing, dan Mual
Pada sakit kali ini, Kaba disebut mengalami sesak napas, pusing, dan mual. Zaskia pun meminta doa agar putranya segera membaik dan gejala yang muncul tidak kembali kambuh. Nada tulisannya menunjukkan harapan besar sekaligus kelelahan emosional yang tengah ia hadapi sebagai orang tua.
“Mohon doain biar cepat sehat dan tidak kumat sesak, pusing dan mualnya,” tulis Zaskia.
Memahami Pneumonia yang Dialami Kaba
Pneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi, baik dari bakteri, virus, jamur, maupun kombinasi di antaranya. Dalam penjelasan dokter spesialis penyakit dalam dari RS Eka Hospital, Rudy Kurniawan, penyebab yang paling sering ditemukan adalah bakteri Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe B.
Rudy juga menjelaskan bahwa pneumonia bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Meski demikian, risiko lebih tinggi tetap mengintai bayi di bawah usia 2 tahun dan lansia di atas 65 tahun. Kondisi ini makin mudah muncul ketika daya tahan tubuh sedang lemah.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


